Strategi Implementasi Union Catalog Jaringan Perpustakaan

Katalog perpustakaan adalah suatu daftar bahan perpustakaan yang dimiliki oleh suatu pusat dokumentasi, informasi dan perpustakaan yang disusun secara sistematis dan digunakan sebagai sarana temu kembali informasi. Katalog induk mengacu pada gabungan beberapa katalog dari beberapa perpustakaan yang ada tergabung dalam suatu jaringan.

Suatu instansi ordinat (pusat/yang lebih tinggi hirarkinya) biasanya ingin menggabungkan katalog perpustakaan-perpustakaan subordinat yang ada di bawahnya menjadi suatu katalog induk, terkadang disebut Integrated Library. Perpustakaan-perpustakaan subordinat biasanya tersebar di berbagai wilayah dengan beragam jenis aplikasi (katalog) sistem perpustakaan yang berbeda-beda. Database yang digunakan untuk menyimpan data bibliografis pun beragam, mulai dari CDS/ISIS maupun MySQL. Meskipun sama-sama MySQL pun struktur data penyimpanannya pun bisa sangat jauh berbeda. Selain itu, kondisi konektivitas aksesibliti dari masing-masing katalog pun masih beragam, mulai dari katalog yang biasa ditelusur pada sebuah computer tanpa LAN, tertelusur melalui sistem LAN, sampai yang sudah tersedia di jaringan internet.

Secara ideal, catalog induk (union catalog) mewajibkan masing-masing entitas perpustakaan memiliki format data yang sama atau bahkan aplikasi manajemen sistem perpustakaan yang sama. Namun, saat ini beberapa lembaga internasional berinisiatif untuk membentuk standarisasi format pertukaran data. Jadi, dengan adanya standarisasi ini, perpustakaan-perpustakaan yang ingin tergabung dalam union katalog (searchable from other libraries) harus mengimplementasikan standar yang berlaku umum pada sistem manajemen/otomasi perpustakaannya.

Paling tidak terdapat dua buah standar protokol (aturan) pertukaran data yang seharusnya atau idealnya diterapkan dalam setiap software/aplikasi/sistem manajemen perpustakaan. Dua protokol itu adalah Z39.50 dan OAI-PMH (Open Archive Initiative – Protocol for Metadata Harvesting).

Protokol Z39.50

Protokol ini dimotori oleh Library of Congress dan sudah ada sejak tahun 1970an. Z39.50 merupakan protokol yang menganut pola interaksi client-server yang digunakan untuk mengatur proses searching dan retrieving informasi dari database komputer lain. Jadi, isinya sebenarnya adalah sekumpulan perintah (berupa url command) yang digunakan untuk melakukan aksi search, retrieve, sort, dan browse pada computer lain (yang lokasinya jauh, tidak dalam satu sistem jaringan lokal, seperti di internet).

Library of Congress menggunakan protocol ini sehingga LoC dapat melayani (LoC sebagai server) setiap query (Z39.50 mendefinisikan Common Query Language) dari komputer lain melalui jaringan internet. Sebagai ilustrasi, sebuah perpustakaan pusat memiliki link perpustakaan.pusat.go.id/union-opac yang bertindaksebagi server (pelayan) bagi setiap request/pertanyaan penelusuran oleh khalayak umum. Namun, segera setelah pertanyaan penelusuran itu diterima oleh server pusat, ia berubah dan bertindak sebagai client yang akan bertanya (melakukan query) kepada server-server di perpustakaan-perpustakaan subordinat di bawahnya. Dan setiap perpustakaan di setiap satker akan memasang server Z39.50. Sementara itu, Pusat sendiri juga menjadi server Z39.50 yang ditanya oleh dirinya sendiri.

Protokol OAI-PMH

OAI-PMH yang diiinisiasi oleh OAI di awal tahun 2001, pada dasarnya sama dengan protokol Z39.50. Kehadirannya bukan untuk menggantikan Z39.50, namun hanya menyediakan cara yang lebih mudah diimplementasikan. Protocol Z39.50 memiliki fasilitas session management, memfilter record yang dihasilkan dan fitur kompleks lainnya namun OAI-PMH hadir dengan tujuan mengurangi kendala teknis sehingga kendala interoperabilitas menjadi rendah.

Salah satu kemudahan OAI adalah OAI-PMH mewajibkan pertukaran data menggunakan metadata Dublin Core (oai-dc xml). Inilah satu kendala teknis yang biasa menghalangi interoperabilitas antar beragam format metadata. Misalkan saja, ada USMARC, INDOMARC, unstructured metadata dan memetakan antar metadata ini akan menjadi berformat Dublin Core yang lebih bersifat general dan multi disipliner ilmu.

OAI-PMH menggunakan istilah data provider untuk penyedia data dan service provider untuk penyedia layanan penelusuran ke sejumlah data provider.

Strategi Implementasi

Untuk dapat mengimplementasikan union catalog sebenarnya mutlak diperlukan implementasi salah satu dari standar-standar di atas. Dengan adanya standar, maka kendala-kendala teknis menyangkut mapping metadata masing-masing penyedia data dapat denga mudah dilakukan.

Untuk meminimalisir dan membuat union catalog menjadi mungkin dilakukan, maka perlu dilakukan tahapan evaluasi berikut:

  1. Investigasi Sistem, konektivitas dan Format Data setiap Provider Data
  2. Pemetaan Seluruh Format Data dari setiap Provider Data
  3. Penjajakan konvergensi format data melalui kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya sbb:
  • Penambahan fasilitas konversi ke format data yang seragam pada sistem perpustakaan yang ada di setiap Provider Data namun belum mengimplementasikan format standar interoperabilitas.
  • Pemilihan alternative penyeragaman Sistem Perpustakaan setiap data provider
  • Implementasi Sistem Perpustakaan yang mendukung protocol pertukaran data kepada data provider yang belum memiliki sistem manajemen perpustakaan (baru memiliki data saja)
  • Memasang konektivitas melalui jaringan internet untuk provider data yang sudah menggunakan standar format data yang mendukung interoperabilitas namun belum online (terkoneksike internet)
  • Memiliki konektivitas (opac online internet) namun tidak memiliki format data standar interoperabilitas dan tidak mungkin ditambahkan fitur konversi data dinamis. Konsekuensi yang paling besar barrier interoperability-nya karena harus dilakukan crawling, parsing, dan indexing pada dokumen HTML yang dihasilkan dari OPAC internet setiap data provider. Pilihan ini sangat sulit dan seharusnya menjadi pilihan terakhir apabila alternatif di atas sudah tidak memungkinkan.
Jadi, apapun sistem perpustakaan Anda, pastikann protokol pertukaran datanya menggunakan salah satu standar di atas.
Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s